Sabtu, 08 April 2023

FOUNDERS AGREEMENT

 


Apa Itu Founders Agreement?

Founders Agreement merupakan perjanjian yang mengatur hubungan kerja sama antara dua atau lebih pendiri perusahaan untuk membangun bisnis bersama. Di mana, perjanjian ini mengatur mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak, mulai dari peran dan tanggung jawab, kontribusi modal, struktur perusahaan, hingga pernyataan masing-masing pihak bahwa seluruh hasil pekerjaan yang dilakukan oleh para pendiri merupakan milik perusahaan di masa depan.

Founders Agreement sebaiknya dibuat sebelum para pendiri memulai bisnisnya  sehingga seluruh kesepakatan telah dijabarkan secara jelas dari awal. Tidak semua bisnis berjalan mulus dan ada kalanya para pendiri memiliki perbedaan visi bisnis kedepannya. Maka dari itu, hal ini dapat diminimalisir dari awal dengan ditentukannya solusi apabila terjadi hal tersebut.

Variabel Dalam Founders Agreement:

a. Peran dan tanggung jawab masing-masing pihak

Kesalahan yang sering dilakukan bisnis startup adalah tidak adanya pembagian yang jelas mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing pendiri sehingga terjadi tumpang tindih kewenangan dalam menjalankan bisnis. Selain itu, ada juga startup yang melakukan pengambilan keputusan secara bersama-sama tanpa adanya kesepakatan untuk menunjuk satu orang sebagai pembuat keputusan tertinggi. Meski budaya terbuka dan transparan menjadi hal penting, namun hal ini dapat membuat pekerjaan menjadi tidak efisien. Terutama jika dalam pengambilan keputusan terjadi perbedaan pendapat antara masing-masing pihak dan seluruh pihak memiliki hak yang sama untuk mengambil keputusan. Hal ini tentunya akan memicu perselisihan dan membuat bisnis tidak efektif.

b. Rincian Kontribusi Modal dan Pembagian Keuntungan

Ketika membuat suatu bisnis, modal merupakan hal utama yang perlu disepakati oleh para pendiri. Tentukan berapa banyak modal yang diperlukan untuk menjalankan bisnis dan berapa besar kontribusi modal yang wajib dilakukan oleh masing-masing pendiri. Jika di kemudian hari bisnis ini akan dibuat dalam bentuk perseroan terbatas (PT), biasanya kontribusi modal inilah yang menentukan besaran persentase kepemilikan saham para pendiri.

Kontribusi modal inilah yang juga menentukan berapa besar keuntungan yang akan diperoleh masing-masing pendiri. Biasanya, pembagian keuntungan akan diberikan secara pro-rata sesuai dengan besar kontribusi modal yang diberikan oleh masing-masing pendiri. Hal ini juga yang akan menentukan siapa yang berhak untuk memiliki hak suara paling banyak untuk menentukan kebijakan bisnis kedepan.

c. Hak Kekayaan Intelektual

Hal penting dalam membangun suatu produk atau platformyang yang harus perhatikan adalah mulai mengurus Hak Kekayaan intelektual (HKI) atau Intellectual Property Rights (IPR), yang merupakan hasil yang timbul dari olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia.

Sebelum mengurus dan mengajukan permohonan HKI kepada Menteri, pastikan bahwa produk apapun yang sedang Anda kembangkan bersama pendiri lainnya merupakan milik bersama dan bukan milik individu. Misalnya, salah satu rekan pendiri Anda merupakan orang yang ahli dalam bidang IT dan bertugas untuk membuat aplikasi bagi startup Anda. Maka perlu diatur mengenai HKI atas aplikasi tersebut yang merupakan milik bersama, bukan milik pendiri tersebut meskipun aplikasi itu dibuat oleh salah satu pendiri.

d. Target Perusahaan

Tidak selamanya para pendiri memiliki visi dan misi yang sama dalam menjalankan bisnis. Ketika bisnis sudah semakin berkembang, dapat terjadi perbedaan antara para pendiri dalam memutuskan jalan perusahaan kedepannya. Terlebih jika perusahaan belum berbentuk PT, hal yang umumnya didebatkan adalah kapan perusahaan akan dibuat dalam bentuk PT ataupun kapan perusahaan akan melakukan ekspansi. Hal ini dapat diatur dalam perjanjian kerja sama antara pendiri bisnis di mana dapat dibuat ketentuan mengenai pencapaian bisnis yang dijadikan acuan untuk melakukan tindakan selanjutnya. Misalnya ketika perusahaan telah mencapai pendapatan dengan jumlah tertentu atau telah mencapai breakeven point (BEP), maka founders sepakat untuk mendirikan PT atau melakukan tindakan lainnya seperti membuka cabang.

e. Pendiri Keluar dari Perusahaan

Hal terakhir yang harus ditentukan adalah hal yang harus Anda dan pemilik bisnis lainnya lakukan ketika ada pendiri yang memutuskan untuk keluar dari perusahaan maupun hal-hal yang dapat menyebabkan pendiri dikeluarkan dari perusahaan. Di sini dapat dibuat ketentuan mengenai jangka waktu tertentu di mana pendiri tidak diizinkan untuk keluar dari perusahaan karena memiliki kewajiban untuk mengembangkan bisnis bersama. Apabila setelah jangka waktu tersebut, pendiri ada yang memutuskan untuk keluar, maka perlu diatur mengenai konsekuensinya. Mulai dari kewajiban yang perlu dilakukan sebelum pendiri keluar, hingga keuntungan yang didapat oleh pendiri.

STIAMI


Minggu, 02 April 2023

TEORI KEPRIBADIAN 3H




Kesuksesan sebuah perusahaan tidak terlepas dari kolaborasi tim di dalamnya. Selain merumuskan sistem perusahaan dan menciptakan produk, kolaborasi tim berguna untuk saling mengisi dan mendukung dalam berinovasi agar tujuan perusahaan dapat tercapai. 

Tim tersebut setidaknya harus terdiri dari orang-orang dengan tiga persona utama, yakni Hustler, Hipster, dan Hacker. Istilah tersebut diperkenalkan pertama kali oleh eks Chief Creative Officer AKQA Rei Inamoto di tahun 2012, dan kini ketiganya lebih dikenal sebagai “The Startup Triangle”.

“The Startup Triangle” adalah tiga persona ideal dalam sebuah perusahaan rintisan (startup). Ketiganya berperan penting di bidangnya masing-masing. Apabila diterapkan dengan baik, “The Startup Triangle” mampu mengurangi risiko multitasking sekaligus memaksimalkan potensi perusahaan.

TEORI KEPRIBADIAN 3H DALAM MEMBANGUN STARTUP

1. Hustler (Marketing & Business)

Setiap tim membutuhkan visioner dalam satu hal: jualan. Dalam dunia startup, posisi ini disebut hustler. Kebanyakan hustler adalah pimpinan atau CEO sebuah perusahaan sehingga ia menjadi bagian penting dari keberhasilan perusahaannya. Oleh karena itu, seorang hustler dituntut dapat menjual ide ke investor, melakukan pitching produk ke konsumen, membentuk networking hingga fokus pada masalah manajemen perusahaan.

Mereka adalah pengusaha yang dapat menghasilkan prospek, membuat kesepakatan, dan menyelesaikan semuanya. Mereka tahu cara menghadapi penolakan, siapa yang harus menjual produk, dan apa yang akan membuat bisnis tetap berjalan.

2Hipster (Design & User Experience)

Salah satu pembeda utama di dunia teknologi dewasa ini adalah desain. Jadi, tak heran bila sebuah startup membutuhkan orang kreatif dan memiliki passion di bidang desain, yang dikenal dengan sebutan hipster. Seorang hipster harus memiliki cita rasa yang baik sehingga mampu mencitrakan startup-nya sebagai sebuah brand yang bagus sekaligus mengemas tampilan website atau aplikasi brand lebih user friendly.

Mereka adalah desainer dan jenius kreatif di balik produk, yang mengembangkan desain produk sambil tetap setia pada brand yang dibangun untuk memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan. Seorang Hipster membuat produk terlihat siap untuk pasar. Mereka memastikan detail produk autentik dan dapat dipasarkan.

 

3. Hacker (Engineer & Developer)

Terakhir adalah hacker, yaitu seseorang yang bertanggung jawab dalam bidang teknologi. Seorang hacker harus memiliki keterampilan dasar dunia programming atau coding, baik mengenai teknologi yang diinginkan pelanggan hingga membuat platform yang tujuannya untuk mengembangkan bisnis.

Juga dikenal sebagai pengembang back-end, front-end, atau bahkan full-stack, Hacker dapat membuat algoritme, membangun properti intelektual, dan mengembangkan teknologi baru untuk pelanggan.

Contoh nyata perusahaan yang menerapkan konsep Hustler, Hipster, Hacker adalah Apple. Tiga persona ini dapat kita lihat pada sosok mendiang Steve Jobs (Hustler), Jony Ive (Hipster), dan Steve Wozniak (Hacker). Sebagai expert di bidangnya masing-masing, ketiganya berhasil mengembangkan Apple sebagai salah satu perusahaan teknologi informasi paling terkemuka di bumi. 

KEUNTUNGAN MENERAPKAN 3H DALAM MEMBANGUN STARTUP:

1.      1. Memudahkan untuk memetakan suatu tindakan yang diperlukan dengan efisien dan bisa mendorong percepatan pertumbuhan sebuah produk

2.   2.  Dapat membangun dan mengembangkan sebuah produk

3.   3. Dapat membuat produk menarik dan melancarkan penjualan sesuai dengan target pasar

4.   4.  Memiliki visi yang jelas untuk mencapai kesuksesan startup nya.